Jumat, 18 April 2008
Korban bertambah jadi 16 orang
Keracunan nasi basi ditetapkan sebagai KLB
PURBALINGGA - Kasus keracunan yang menimpa puluhan warga Desa Sidakangen, Kalimanah ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Purbalingga. Korban terus bertambah hingga Kamis (17/4) mencapai 16 orang, dengan rincian 11 rawat inap dan 5 lainnya rawat jalan.
Keterangan yang dihimpun Wawasan dari RSUD Purbalingga, 11 korban yang masih dirawat inap masing-masing Agung B (18), Farah (4), Inah (21), Aditya Nur (33), Meyla Rosyida (10), Kaswireja, Usman (18), Rasimin (47), Eko Budi S (11), Sugan, dan Rasmin (47). Sementara itu lima korban rawat jalan masing-masing Kiswandi (34), Sutriyati (24), Teguh (26), Sarinah (23), dan Ahmad S (27).
Kepala Dinkes Purbalingga dr Dyah Retnani Basuki membenarkan telah menetapkan kasus tersebut sebagai KLB. Untuk itulah sampel makanan berupa nasi kuning telah dikirim untuk diperiksa di laboratorium kesehatan di Semarang. Pihaknya tidak mau hanya berspekulasi mengenai penyebab utama. Bisa saja karena mikroba, namun semua harus dibuktikan secara ilmiah dengan pemeriksaan. "Sedikitnya untuk kepastian diperlukan waktu paling lama satu bulan," tuturnya.
Menyimpulkan dugaan kasus keracunan yang tergolong KLB, menurut Dyah, membutuhkan penelitian secara ilmiah. Hal ini terkait dengan disiplin ilmu pasti, bukan sekadar anggapan atau kebiasaan bahkan perkiraan. Memang dari segi ilmu kesehatan, makanan yang akan disimpan dianjurkan dimasukkan ke pendingin misalnya lemari es, atau makanan dipanaskan kembali.
Hal itu dilakukan untuk mengurangi atau mencegah mikroba masuk dan berkembang. Walaupun diakui Dyah, secara ilmu keamanan pangan, hal tersebut sangat tidak baik.
Kondisi tubuh
Selain penyimpanan makanan, ketahanan tubuh juga sangat mempengaruhi efek dari racun yang ditimbulkan di tubuh. Ada yang singkat dan langsung terasa, dan ada yang memerlukan waktu lama. "Pola dan perilaku manusia juga mempengaruhi kesehatan mereka, terutama pada anak," terangnya.
Seperti diberitakan Wawasan kemarin, puluhan warga Desa Sidakangen, Kecamatan Kalimanah, Purbalingga Rabu (16/5) mengalami gejala mual-mual serta kepala pusing. Kondisi itu terjadi ketika mereka usai menyantap nasi kuning yang diperoleh dari hajatan yang digelar di desa.
Diperkirakan, warga yang mengalami gejala keracunan tersebut adalah mereka yang menyantap makanan itu keesokan harinya. Nasi kuning yang disajikan terdiri dari nasi dengan lauk sayur kering tempe, kacang, irisan telur serta mi dan ditambah mentimun.