
Purbalingga, 28 Maret 2006
Bupati Purbalingga : P2KP Program Perubahan Perilaku
P2KP dinilai sebagai program yang dapat mewujudkan terjadinya perubahan sikap dan perilaku masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga diharapkan, dengan hadirnya P2KP di Kabupaten Purbalingga, masyarakat setempat yang kurang mampu kini bisa keluar dari permasalahannya.
Demikian diungkapkan Bupati Purbalingga, Drs H Triyono Budi Sasongko MSi, dalam sambutannya ketika meninjau kegiatan KSM di Desa Sidakangen, Kecamatan Kalimanah, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah (Jateng) pada Selasa (7-2-2006) lalu. Saat itu, beberapa KSM di Desa Sidakangen sedang menggelar kegiatan. Misalnya, KSM Lajar Pambudi menggelar kegiatan santunan terhadap warga cacat miskin, sedangkan KSM Bina Pustaka menggelar kegiatan santunan prasarana sekolah warga miskin.
“Dengan adanya kegiatan P2KP ini, masyarakat belajar mengenali potensi dan masalahnya sendiri, sehingga keluarlah rencana kegiatan yang berbasis tridaya, yakni ekonomi, sosial, dan lingkungan,” kata Budi. Ke depannya, lanjut Budi, diharapkan warga dapat membuat kebutuhan apa saja yang menyangkut permasalahan kemiskinan guna direkapitulasi.
Sedangkan mengenai sumber dana, akan dipikirkan kemudian. “Apakah itu dari swadaya, APBD, atau sumber lainnya, nanti kita pikirkan lagi. Tentunya, dalam hal penanggulangan kemiskinan ini tidak mungkin dapat dilakukan oleh hanya pemda saja, melainkan kerjasama dari semua pihak, terutama warga masyarakat itu sendiri,” tutur Budi.
Kunjungan Budi membuktikan betapa pemda memperhatikan kegiatan P2KP di wilayah Purbalingga. Hal ini sangat membahagiakan warga Desa Sidakangen. Apalagi, dalam acara tersebut, Budi menyempatkan diri secara simbolis memberikan sumbangan—dari dana pribadi—kepada warga Sidakangen.
Sumbangan tersebut, di antaranya, berupa bantuan biaya untuk perpustakaan sekolah sebesar Rp 4juta, santunan untuk penyandang cacat warga miskin (20 orang) masing-masing menerima Rp 100.000, serta bantuan kursi roda. Sumbangan kursi roda ini khusus diberikan kepada salah satu warga yang datang ke acara dengan menggunakan kursi roda tidak layak pakai. “Seorang Bupati itu jangan hanya bicara ‘harus berpihak kepada warga miskin’, tapi ya dibuktikan dengan bantuan nyata kepada mereka yang masih kurang mampu,” ujar Budi.