Keris
Keris Bukan sekedar senjata, bagi sebagian orang Jawa ia adalah jiwa!
empu Gandring misalnya, keris maker yang mashur asal Singasari itu akhirnya mati ditangan keris buatannya sendiri sembari meninggalkan sibat sang keris bakal membunuh 7 turunan 8 tanjakan Ken Arok, sang pemesan. Semenjak itu, keris diyakini sebagai jimat (barang siji sing dirumat mbuh barang yang mana). Bagi sebagian besar masyarakat Jawa penganut Kejawen, keris dipuja dan dihormati. Baca perspektif Sigit nur Seto, sebagai keturunan ke 8 mpu Gandring.
Banyak cerita berpendar dari kadigdayan senjata mematikan satu ini. Dari bisa terbang, berdiri, minum sendiri, bahkan bisa mencuci sendiri (emang Rinso?)
Adalagi namanya Temenggung Harya Penangsang. Kurang digdaya gemana pak Temenggung yang satu ini, ibarat ora tedas paluning pande! tapi, sang Temenggung yang temperamen ini tak berdaya tertikam kerisnya sendiri hingga ususnya terburai. Itulah sebab, keris harus dikalungi untaian bunga sebagai simbol usus sang Temenggung, agar tak menjadi senjata makan tuan. Orang Jawa paling jago dalam soal ngelmu Thuk-Gathuk alias menghubungan satu hal dengan satu kejadian serasa menjadi rangkaian sebuah cerita yang akurat. Keris, selalu menjadi cerita yang tak pernah habis. Ia hidup di alamnya sendiri: Dunia Mistis!
Di tanah Jawa, mistik adalah hukum karena kaganjilan dan takhayul adalah ilmu pengetahuan. Sidakangen sangat terkenal sebagai produsen keris terbesar di dunia. Sayangnya, kini kita telah kehilangan para empu yang bukan saja memiliki jiwa seni yang sangat tinggi, tapi pembuat keris harus cerdas dan suci. Penerusnya, tak lagi open kepada jimat satu ini. Kami boleh merasa takut, jika satu saat nanti, para pembuat keris justru orang-orang Jepang!
Bagi yang berminat memiliki, membeli, dan nguri-uri senjata leluhur satu ini, silahkan hubungi kami... (yah ternyata promosi.....he he he). 0209

































